Kab Bandung | Karawangsport.com – Puluhan ribu masyarakat antusias mengikuti rangkaian kegiatan Car Free Day (CFD) Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR) yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI pada Minggu (21/6). Pada edisi ini, CFD GEMAR diselenggarakan di dua daerah yaitu Kota Solo, Jawa Tengah dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Di Kota Solo, CFD GEMAR Kemenpora bertepatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) CFD Kota Solo. Sejak pagi masyarakat dari berbagai kalangan memadati kawasan Simpang Empat Pasar PON Ngarsopuro yang menjadi lokasi acara.

Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto membuka secara resmi CFD yang diawali senam bersama ini. Berdasarkan pendataan Kemenpora, tercatat sebanyak 60.371 warga hadir meramaikan kegiatan ini.

Bukan hanya menjadi ajang olahraga masyarakat, CFD GEMAR Kemenpora juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi lokal. Sebanyak 485 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut meramaikan dengan rata-rata omzet mencapai Rp569.588 per unit usaha selama acara berlangsung.

Suasana CFD makin semarak dengan berbagai atraksi komunitas olahraga yang tampil menghibur masyarakat. Aksi komunitas roller blade, BMX, dan skater Solo sukses menarik perhatian pengunjung yang memadati sepanjang area kegiatan. Kemeriahan pagi itu juga semakin terasa berkat penampilan DJ Jojo yang mengajak peserta tetap bersemangat mengikuti rangkaian acara.

Wali Kota Respati menyampaikan kegiatan CFD akan terus dilestarikan di Kota Solo. Ke depan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berkomitmen terus melakukan pengembangan dan perluasan fasilitas CFD. Salah satunya dengan menambah kawasan bebas kendaraan yang diperuntukkan bagi aktivitas olahraga di sekitar Manahan.

“Harapannya, cakupan CFD terus bertambah sehingga masyarakat makin terbiasa menerapkan gaya hidup sehat,” tutur Wali Kota.

Sementara itu di Kabupaten Bandung, sebanyak 11.424 warga masyarakat terpantau memadati kawasan CFD yang berlokasi di sepanjang Jalan Al Fathu, Kecamatan Soreang. Implementasi dari GEMAR Kemenpora tersebut menghadirkan beragam aktivitas olahraga, hiburan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku UMKM.

Tenaga Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Potensi Kepemudaan, Heru Komarudin, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir dalam CFD ini. Kata Heru, CFD menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, dan bersosialisasi bersama keluarga maupun komunitas.

“Sejak pagi hari, kegiatan ini dipadati warga yang antusias mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan panitia,” ucapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Cakra Amiyana turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenpora atas dukungannya dalam penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dan GEMAR.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kita dalam membangun masyarakat yang sehat, aktif, produktif, dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurut Sekda Cakra, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang transformasi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) yang mendorong pelaksanaan HBKB sebagai upaya penghematan energi sekaligus mengurangi polusi kendaraan.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Pemkab Bandung juga telah melaksanakan kegiatan CFD di lingkungan pemerintah daerah secara rutin setiap hari Jumat.

“Melalui kegiatan ini masyarakat tidak hanya diajak untuk berolahraga, tetapi juga memanfaatkan ruang publik sebagai sarana interaksi sosial dan membangun kebersamaan,” tambahnya.

Berbagai aktivitas turut memeriahkan CFD Kabupaten Bandung. Mulai dari senam bersama, penampilan marching band, paduan suara, hingga olahraga tradisional seperti egrang, terompah panjang, dan lari balok yang melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Selain menjadi wadah aktivitas fisik dan rekreasi masyarakat, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga. Sebanyak 45 pelaku UMKM turut meramaikan CFD dengan menawarkan berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, hingga pakaian.

Salah seorang pelaku UMKM, Sadan Mahmud, pemilik Warung Steak Dan Steak, mengaku merasakan manfaat langsung dari tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kalau menurut saya lokasi di sini lebih nyaman karena jalannya lebih lebar. Saya lihat antusias masyarakat juga lebih besar, terlihat dari ramainya di sini. Saya pun kebagian berkahnya, dagangan saya sudah habis bahkan masih ada yang menanyakan meski stok sudah habis,” ungkapnya.

Sadan berharap CFD dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap pekan sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan usaha para pelaku UMKM.

“Kalau menurut saya di tempat ini lebih ramai, jadi saya berharap CFD di sini bisa ada setiap Minggu. Kalau bisa juga ada kegiatan-kegiatan rutin yang membuat pengunjung semakin ramai,” tambahnya.

Antusiasme serupa disampaikan Pipit dari Komunitas Senam Alun-Alun Soreang. Menurutnya, CFD menjadi wadah positif bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

“Setuju banget kalau acara ini ada setiap Minggu, biar makin ramai kegiatan di sini. Kami juga jadi memiliki banyak kegiatan olahraga. Semoga ke depannya makin banyak kegiatan senam karena bisa bikin kita senang dan kumpul bersama teman-teman,” katanya.

Sementara itu, Misna dan Vani, pengunjung asal Cibaduyut, mengaku menikmati suasana CFD Kabupaten Bandung yang dinilai lebih aman dan nyaman untuk beraktivitas fisik.

“Karena ini pertama kali di sini, suasananya ramai dan jadi seru banget. Tidak ada kendaraan sehingga olahraga jadi lebih aman dan nyaman. Para pedagang juga sudah lebih terorganisasi sehingga lebih rapi karena memiliki lokasi sendiri,” ujar mereka.

Kemenpora sendiri mengharapkan melalui pelaksanaan CFD dan GEMAR makin banyak masyarakat yang menjadikan aktivitas fisik dan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang sehat, aktif, bugar, produktif, serta peduli terhadap lingkungan.

Menpora Erick Thohir saat membuka Mandiri Jogja Marathon di kawasan Prambanan menegaskan, saat ini Kemenpora melalui Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga mendorong pelaksanaan Car Free Day (CFD) di seluruh kabupaten/kota dalam rangka pembudayaan olahraga masyarakat. Tercatat dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, saat ini masih kisaran 220-an daerah yang menyelenggarakan CFD.

“Nah siapa tahu dengan Car Free Day, masyarakat mulai bisa latihan jalan, jogging, yang akhirnya juga bisa ikut maraton seperti ini,” harap Menpora.

Adapun pelaksanaan CFD GEMAR di Solo maupun Kabupaten Bandung menjadi bagian dari upaya Kemenpora untuk terus mendorong budaya hidup aktif dan sehat di tengah masyarakat. Melalui kegiatan yang dikemas secara inklusif dan menghibur, masyarakat tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga memanfaatkan ruang publik sebagai sarana interaksi sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“Dengan tingginya partisipasi warga dan pelaku UMKM, GEMAR di CFD Kota Solo dan Kabupaten Bandung menunjukkan bahwa olahraga masyarakat mampu menjadi penggerak gaya hidup sehat sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas,” tegas Menpora Erick.

Sumber : Kemenpora.go.id