Jakarta | Karawangsport.com –  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir memberikan apresiasi atas penayangan film animasi “Garuda di Dadaku”, yang dinilai mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dalam mencapai suatu prestasi.

“Bagus filmnya. Anak-anak Indonesia harus nonton. Selamat ya,” ucap Menpora saat keluar dari Studio 1 XXI Lantai 6 Plaza Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dalam Special Screening “Garuda di Dadaku”, Kamis (4/6) malam.

Menurut Menpora Erick, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari film karya anak bangsa ini. Apalagi di tengah kondisi generasi muda saat ini yang penuh dinamika, termasuk maraknya sifat individualistis.

“Generasi muda sekarang ini kan banyak yang bersifat individu. Karenanya di era saat ini penting sekali bagi kita untuk mengingatkan pentingnya kebersamaan,” ujar Menpora.

Nilai-nilai kebersamaan, jelas Menpora Erick, perlu ditanamkan dalam mencapai kesuksesan. Khususnya dalam bidang olahraga seperti sepak bola yang sangat membutuhkan kerja sama tim yang baik.

“Jadi tidak mungkin sebuah cerita sukses tim itu terjadi karena aksi individu, pasti harus karena kebersamaan. Nah film ini tadi mengingatkan lagi bagaimana berkolaborasi bisa menjadikan suatu hasil yang baik,” terang Menpora.

Menpora Erick turut memuji waktu perilisan film ini yang bertepatan dengan momen Piala Dunia 2026. Apalagi di Jakarta pada Jumat (5/6) akan diselenggarakan laga persahabatan antara Timnas Indonesia melawan Oman.

“Terutama karena film ini temanya sepak bola. Saya senang sekali. Orang tua wajib mengajak anak-anaknya menonton film ini, karena film ini punya nilai-nilai kebersamaan,” tegas Menpora.

Diketahui, film animasi kolaborasi BASE Entertainment dan KAWI Animation ini mengisahkan tentang impian seorang pelajar SMP bernama Putra untuk menjadi pemain sepak bola terbaik. Bukan hal mudah bagi Putra lantaran dirinya mengidap penyakit asma. Meski begitu Putra tetap memperjuangkan mimpinya, dengan dibantu kawan-kawannya dan juga entitas burung garuda pencari bakat bernama Gaga.

Disutradarai Ronny Gani, film animasi “Garuda di Dadaku” ini sendiri merupakan kelanjutan dari film live-action berjudul sama yang rilis tahun 2009. Sedikitnya 500 animator dari berbagai daerah di Indonesia terlibat dalam penggarapannya yang memakan waktu tiga tahun lamanya.

Sumber : kemenpora.go.id