KARAWANGSPORT.COM – Klub asal Thailand, Port FC, dipastikan ambil bagian dalam turnamen pramusim Piala Presiden 2025. Kehadiran mereka tak hanya menjadi warna baru dalam turnamen, tetapi juga membawa nuansa internasional yang memperkuat gengsi ajang ini. Port FC menjadi satu-satunya klub asing yang diundang tahun ini.

Port FC merupakan kontestan tetap Thai League 1 dan dikenal sebagai tim yang kompetitif serta konsisten berada di papan atas klasemen. Klub yang bermarkas di Stadion PAT, Bangkok, itu punya sejarah panjang dan fanbase yang loyal. Musim 2024/25, mereka menutup kompetisi di peringkat kelima klasemen akhir.

Kiprah mereka menarik perhatian publik Indonesia lantaran diperkuat Asnawi Mangkualam, yang direkrut Port FC sejak awal musim 2024. Asnawi langsung menjadi andalan di sektor bek kanan dan tampil reguler di liga Thailand. Penampilannya dinantikan saat ia kembali tampil di tanah air bersama klub luar negeri.

Kehadiran Asnawi membuat laga-laga Port FC di Piala Presiden 2025 diprediksi menyedot animo besar. Banyak suporter Indonesia penasaran melihat perkembangan pemain asli Makassar itu setelah merantau ke luar negeri. Ini menjadi momen menarik: pemain Indonesia menghadapi klub-klub lokal sebagai bagian dari tim asing.

Dari sisi teknis, Port FC dikenal sebagai tim dengan gaya bermain ofensif dan rapi. Mengandalkan kombinasi umpan pendek dan mobilitas tinggi, pelatih mereka yang berpengalaman di kancah Asia Tenggara membawa skema yang sulit diprediksi lawan. Port juga terkenal cermat dalam transisi dan pressing cepat.

Komposisi skuad Port FC diisi pemain lokal timnas Thailand seperti Bordin Phala, serta beberapa legiun asing, termasuk bek Brasil, Matheus Lins dan striker asal Kolombia, Brayan Perea. Asnawi menjadi salah satu pemain ASEAN non-Thailand yang mendapat tempat di skuad utama musim ini.

Turnamen Piala Presiden 2025 menjadi ajang penting bagi Port FC dalam rangka persiapan Thai League yang akan dimulai Agustus mendatang. Selain itu, mereka juga melihat keikutsertaan ini sebagai bentuk hubungan baik antara sepak bola Indonesia dan Thailand, yang sama-sama tengah berkembang pesat di tingkat regional.

Panitia pelaksana menyambut kehadiran Port FC sebagai bentuk peningkatan kualitas kompetisi dan nilai jual turnamen. Selain menambah atmosfer internasional, ini juga menjadi panggung bagi pemain Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi standar ASEAN secara langsung.

Port FC tergabung di Grup B yang juga dihuni klub-klub besar Liga 1, yakni Persib Bandung dan Dewa United FC. Dengan reputasi mereka, kehadiran Port di babak penyisihan dipastikan tidak akan dianggap remeh. Klub-klub lokal harus bekerja ekstra jika tak ingin dipermalukan oleh tamu dari negeri gajah putih.

Bagi Asnawi, Piala Presiden 2025 menjadi momen emosional karena ini adalah kali pertama ia tampil di Indonesia setelah hampir dua tahun bermain di luar negeri. Banyak mata akan tertuju padanya — apakah ia mampu menunjukkan kematangan permainan dan membawa Port FC berbicara banyak di turnamen ini.

Dengan segudang pengalaman, kedalaman skuad, serta kehadiran sosok bintang dari Indonesia, Port FC bukan sekadar peserta pelengkap. Mereka datang untuk bertarung dan membuktikan bahwa sepak bola Thailand tetap menjadi salah satu kekuatan utama di Asia Tenggara.(Red)