KARAWANGSPORT.COM – Persib Bandung menginjakkan kaki di Piala Presiden 2025 dengan penuh percaya diri. Datang sebagai juara Liga 1 musim 2024/25, Maung Bandung membawa reputasi besar dan calon kuat juara.
Kenangan manis dimiliki Persib di Piala Presiden. Klub kesayangan Bobotoh tersebut menjadi kampiun saat ajang ini pertama kali dilangsungkan pada 2015 usai mengalahkan Sriwijaya FC dalam laga final dengan skor 2-0.
Semenjak itu, Persib tidak pernah lagi menjadi juara Piala Presiden. Kesebelasan yang identik dengan warna biru tersebut seolah kehilangan magisnya untuk mengangkat trofi.
Kini, dalam Piala Presiden 2025, Persib kembali masuk gelanggang sebagai kontestan yang paling diperhitungkan. Di babak grup anak asuh Bojak Hodak tersebut menempati Grup B bersama wakil Thailand, Port FC, dan Dewa United.
Piala Presiden 2025 bukan sekadar turnamen pramusim bagi Persib. Ajang tersebut adalah panggung pembuktian dan menjadi momen penting untuk menguji racikan strategi baru sebelum turun ke kompetisi Asia dan Liga 1 musim depan.
Terlebih seluruh pemain asing Persib yang membawa juara musim lalu yakni Kevin Ray Mendoza, Nick Kuipers, Gustavo Franca, Mateo Kocijan, Tyronne del Pino, Ciro Alves, Gervane Kastaneer, dan David da Silva telah keluar. Sementara lima nama lokal Victor Igbonefo, Rachmat Irianto, Edo Febriansah, Ahmad Agung, serta Ryan Kurnia juga hengkang.
Meski begitu, dalam skuad Persib sekarang tetap ada pemain yang menonjol. Masih ada Adam Alis, Marc Klok, Dimas Drajad, dan Beckham Putra yang baru kembali dari Timnas Indonesia.
Selain itu, Persib juga memiliki tenaga baru, Saddil Ramdani yang didaratkan dari Sabah FC. Kehadirannya bisa membuat lini tengah lebih hidup karena kemampuan dan kelincahan yang dipunya pesepak bola berusia 26 tahun tersebut.
Modal lain yang dimiliki Persib di Piala Presiden 2025 adalah status tuan rumah. Dukungan dari Bobotoh akan membakar semangat pemain untuk mengasih yang terbaik dalam setiap pertandingan yang dimainkan.
Piala Presiden 2025 mulai berlangsung 6-13 Juli mendatang. Seluruh pertandingan kecuali pembukaan yang dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dimainkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).(Red)
















