KARAWANG | KARAWANGSPORT. COM
Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., menyatakan dukungan penuh kepada para atlet tunarungu yang kini tengah terdampak polemik akibat perselisihan dua organisasi, yakni Patrin dan Porturin. Konflik internal tersebut berujung pada pencoretan sejumlah atlet dari keanggotaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI).

Sejumlah atlet yang tercatat ikut merasakan dampaknya, di antaranya:

Shaskia Najla Putri Kayla (22), Kabupaten Bekasi

Muhamad Sayyid Az Zahiri, Kabupaten Bogor

Yasmine Aliya Shafa (19), Kabupaten Bekasi

Fahrani Adenia (17), Kabupaten Bogor

Naila Puja Rislani (21), Bandung – Cabang Renang

Sophia Jerussika (24), Kota Bekasi – Cabang Atletik

Dalam keterangannya kepada Beritaindustri.id di Kantor DPRD Karawang, Jumat (19/9/2025), Endang menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir melindungi hak para atlet difabel.

“Pemerintah Kabupaten Karawang mendukung penuh atlet-atlet tunarungu. Mereka seharusnya tetap dapat tampil di tingkat provinsi hingga nasional. Sayangnya, ketidaksepahaman antarorganisasi membuat potensi ini justru terhambat. Kami akan segera berkoordinasi dengan Disdikpora yang membidangi pendidikan dan olahraga,” ucapnya.

 

Menurutnya, lemahnya koordinasi bisa membuat para atlet kehilangan kesempatan emas untuk berkompetisi di ajang penting.

“Ini tentu merugikan. Potensi luar biasa bisa hilang begitu saja. Harapan saya, persoalan ini segera dituntaskan agar tahun depan mereka kembali ikut serta dalam berbagai kejuaraan. Saya yakin atlet Karawang dan Jawa Barat, termasuk yang berkebutuhan khusus, mampu mengharumkan nama daerah,” tambahnya.

 

Sebagai tindak lanjut, Endang mendorong pemerintah daerah, khususnya Disdikpora, agar lebih aktif dalam pembinaan dan pendampingan. Ia menekankan pentingnya memastikan hak-hak para atlet tunarungu tetap terjaga serta mendapat ruang yang layak dalam dunia olahraga.

(Jun@)