JAKARTA | KARAWANGSPORT.COM |Penyerang muda Real Madrid, Endrick, mendapat kritikan dari pelatih Carlo Ancelotti usai membuang peluang emas saat menghadapi Getafe dalam lanjutan Liga Spanyol. Kritikan ini mengingatkan pada sikap tegas Ancelotti kepada para pemain muda di masa lalu, yang bahkan pernah berdampak signifikan pada karier mereka.

Dalam laga yang digelar di Estadio Coliseum, Kamis (24/4/2025) dini hari WIB, Endrick mendapat peluang emas saat tinggal berhadapan dengan kiper. Namun, pemain asal Brasil itu memilih melakukan tembakan chip yang mudah diamankan oleh David Soria. Tak lama setelah momen tersebut, Endrick digantikan oleh Jude Bellingham.

Usai pertandingan, Ancelotti menyoroti kegagalan sang pemain mencetak gol.

> “Dia punya dua peluang. Yang pertama memang sulit diselesaikan dengan lebih baik, dan yang kedua mungkin dalam posisi offside, tapi dia tidak seharusnya melakukan hal seperti itu,” ujar Ancelotti, dikutip dari laman resmi klub.

 

> “Dia masih muda dan harus banyak belajar, tapi dia juga harus serius ketika menembak. Tidak ada ruang untuk bermain-main di sepakbola,” tegas pelatih asal Italia itu.

 

Bukan kali ini saja Ancelotti menunjukkan ketegasannya terhadap pemain muda Real Madrid yang gagal memaksimalkan peluang. Marca mencatat, pada musim 2013/14 saat periode pertamanya di Madrid, ia pernah marah kepada Álvaro Morata karena kasus serupa.

Morata, yang saat itu berusia 21 tahun, gagal mencetak gol dalam dua peluang emas ke gawang Real Valladolid, meski Madrid menang 4-0. Setelah kejadian itu, Morata lebih sering dicadangkan dan hanya tampil selama total 25 menit dalam 13 laga berikutnya di LaLiga. Ia mengakhiri musim dengan 8 gol dari 23 penampilan sebelum pindah ke Juventus.

Hal serupa juga dialami Nico Paz musim lalu. Pemain muda asal Argentina itu sempat tampil dalam tujuh laga berturut-turut pada November-Desember 2023. Namun setelah gagal memanfaatkan peluang dalam laga Copa del Rey melawan tim divisi empat Arandina—dengan tidak mengoper ke Arda Güler yang dalam posisi lebih menguntungkan—ia tak lagi dimainkan oleh Ancelotti di sisa musim.

Kini, Paz bersinar bersama Como dengan catatan enam gol dan tujuh assist dari 30 penampilan. Madrid masih memegang klausul pembelian kembali untuknya, seperti halnya Morata ketika dilepas ke Juventus.

Melihat pengalaman Morata dan Paz, publik kini bertanya-tanya: akankah Endrick mengalami hal serupa? Apakah ia akan lebih dulu ‘disekolahkan’ di klub lain untuk mematangkan permainannya?

(Detiksport)