KARAWANG | KARAWANGSPORT.COM–
Dukungan demi dukungan terus mengalir bagi para atlet tunarungu yang kini terdampak polemik perselisihan antar organisasi olahraga. Kali ini, dukungan penuh datang dari dosen olahraga Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Dr. Akhmad Dimyati, S.Pd., M.Pd, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua SOIna (Special Olympics Indonesia) Kabupaten Karawang.
Akhmad Dimyati menyampaikan rasa prihatin atas kondisi yang dialami para atlet tunarungu. Menurutnya, para atlet berprestasi tidak seharusnya menjadi korban dari konflik organisasi.
“Saya Ahmad Dimyati, mantan Ketua SOIna Kabupaten Karawang dan saat ini di SOIna Provinsi Jawa Barat. Saya mendukung penuh atlet-atlet yang sudah berprestasi agar tetap diberi kesempatan. Jangan sampai mereka dicoret hanya karena persoalan organisasi. Mereka juga punya hak yang sama, apalagi sudah mengharumkan nama daerah dan bangsa. Atlet harus kita bina dan kita dukung,” ujarnya, Senin (22/09/2205).
Lebih lanjut, Dimyati menegaskan bahwa persoalan organisasi seperti Patrin maupun Porturin sebaiknya tidak dikaitkan langsung dengan keberlangsungan karier atlet.
“Yang terpenting, atlet memiliki wadah dan rumah yang jelas di NPCI (National Paralympic Committee of Indonesia). NPCI seharusnya menjadi tempat membina, bukan justru meruntuhkan semangat dan prestasi anak-anak luar biasa ini. Jangan sampai perbedaan organisasi membuat atlet kehilangan haknya untuk terus berprestasi,” tegasnya.
Ia pun berharap pemerintah dan instansi terkait di bidang olahraga segera mengambil langkah tegas serta memberikan solusi terbaik agar atlet tunarungu tetap mendapatkan hak, pembinaan, dan kesempatan yang layak untuk terus mengharumkan nama daerah maupun bangsa di kancah nasional maupun internasional.
(Jun@)
















