JOGJA | KARAWANGSPORT.COM | Liverpool sukses mematahkan prediksi banyak pihak dengan merebut gelar juara Premier League 2024/2025. Padahal, di awal musim, tak satu pun pundit Liga Inggris memfavoritkan The Reds untuk meraih trofi.

Dilansir detikSepakbola, Senin (28/4/2025), BBC sempat mengadakan voting di awal musim yang melibatkan 30 pundit atau pengamat. Hasilnya, tidak ada satu pun yang memilih Liverpool sebagai kandidat juara.
Rinciannya:

19 pundit menjagokan Manchester City,

11 pundit memilih Arsenal, yang dua musim terakhir finis sebagai runner-up,

Dua pundit —keduanya eks pemain Liverpool, Stephen Warnock dan Fara Williams— memprediksi The Reds finis sebagai runner-up,

23 pundit memperkirakan Liverpool akan finis di peringkat tiga.

Ada alasan kuat mengapa Liverpool diremehkan saat itu. Salah satunya adalah pergantian manajer dari Juergen Klopp ke Arne Slot.
Slot, yang baru pertama kali berkarier di Premier League, sebelumnya hanya melatih di Belanda bersama Cambuur, AZ Alkmaar, dan terakhir sukses bersama Feyenoord.

Selain itu, Liverpool juga tidak aktif di bursa transfer. Satu-satunya pembelian besar mereka adalah Federico Chiesa, yang justru minim kontribusi —baru bermain 33 menit sepanjang musim di Premier League.

Namun, Arne Slot membuktikan dirinya mampu beradaptasi cepat. Ia membangun hubungan yang kuat dengan skuad dan sedikit mengubah pendekatan bermain Liverpool menjadi lebih terkontrol, tidak seagresif era Klopp.

Hasilnya, setelah enam pekan, Liverpool sudah memimpin klasemen Liga Inggris.
Kecuali tergeser sementara di pekan kesembilan, Mohamed Salah dkk kembali ke puncak dan mengunci gelar juara usai menghajar Tottenham Hotspur 5-1 di Anfield, Minggu (27/4/2025) malam WIB.

Dengan gelar ini, Liverpool kini menyamai raihan 20 gelar liga yang sebelumnya dipegang Manchester United.

“Ini benar-benar menjadi guncangan besar dan tamparan bagi para pesaing yang tidak memperkirakan Liverpool bisa melakukan ini dengan skuad yang ada,” kata eks pemain Liverpool, Danny Murphy, kepada BBC.

“Saya yakin Mikel Arteta dan Pep Guardiola musim panas lalu merasa lega saat melihat Liverpool tidak aktif di pasar transfer. Tapi sekarang, mereka tahu Liverpool akan bangkit lagi, memulai era baru, dan melakukan perekrutan besar,” lanjutnya.

 

(Detik.com)